JAKARTA - Pada ajang ASEAN Para Games (APG) 2025 yang sedang berlangsung di Thailand, tim boccia Indonesia menunjukkan performa luar biasa sejak babak penyisihan grup.
Dalam salah satu momen penting, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Erick Thohir, memberikan motivasi dan dukungan langsung kepada para atlet yang bertanding.
Menpora menyaksikan pertandingan dari tribun penonton di His Majesty the King's 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Thailand, dan memberikan semangat agar tim boccia tetap fokus dan terus berjuang untuk meraih hasil terbaik bagi negara.
Salah satu atlet Indonesia yang mencuri perhatian pada ajang ini adalah Muhamad Afrizal Syafa, atau yang akrab disapa Rizal.
Dalam pertandingan di nomor Men's Individuals BC1, Rizal mampu membungkam lawannya dari Myanmar dengan skor telak 12-0. Performa gemilang ini membuat Menpora memberikan apresiasi tinggi kepada Rizal, yang sebelumnya pernah meraih medali perak pada Paralimpiade Prancis.
“Saya melihat Rizal ini sudah berpengalaman di level internasional, dan hari ini dia tampil luar biasa, dengan kemenangan 12-0. Ini adalah hasil yang sangat memuaskan,” ujar Menpora Erick Thohir.
Selain Rizal, atlet putri Indonesia, Handayani, juga menunjukkan performa mengesankan di nomor Women's Individuals BC1. Dalam pertandingan yang berlangsung sangat sengit, Handayani bertanding melawan atlet tuan rumah Thailand.
Meski sempat tertinggal, Handayani mampu bangkit dan memenangkan pertandingan dengan skor 5-1. Keberhasilan ini tidak hanya menambah koleksi kemenangan Indonesia, tetapi juga menjadi momentum yang sangat penting dalam meraih kepercayaan diri lebih besar untuk pertandingan selanjutnya.
“Yang menarik tadi, Handayani melawan wakil tuan rumah, Thailand. Awalnya Thailand unggul 1-0, namun Handayani bisa bangkit dan meraih kemenangan dengan skor 5-1. Thailand kemudian mengubah strategi dengan melempar jauh, yang sempat membuat deg-degan, namun alhamdulillah Thailand tidak berhasil dan hanya meraih satu poin. Ini adalah pencapaian luar biasa dari kedua atlet kita,” ujar Menpora.
Peran Menpora dalam Memberikan Motivasi
Motivasi yang diberikan oleh Menpora Erick Thohir bukan sekadar dukungan moral, tetapi juga bertujuan untuk menjaga fokus para atlet di tengah persaingan yang ketat. Menpora mengingatkan bahwa meski sudah meraih kemenangan besar pada babak penyisihan, para atlet harus tetap menjaga konsentrasi dan tidak cepat puas.
"Rizal harus tetap fokus dan tidak terlena dengan satu kemenangan. Ini adalah pertandingan panjang, dan kita harus tetap menjaga semangat dan disiplin hingga akhir," pesan Menpora.
Peran Menpora dalam memberikan motivasi ini sangat penting, terutama mengingat betapa ketatnya persaingan di ajang seperti APG. Atlet Indonesia, baik yang bertanding di cabang olahraga boccia maupun cabang olahraga lainnya, harus menjaga mental dan fisik mereka agar tetap bisa bersaing di level tinggi.
“Kemenangan ini baru awal. Saya harap para atlet Indonesia bisa terus menunjukkan performa terbaiknya dan mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia di panggung dunia,” tambah Menpora.
Selain memberikan motivasi kepada atlet boccia, Menpora juga mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap tim Indonesia harus dijaga dengan baik. Kepercayaan ini, kata Menpora, adalah modal utama yang harus diperjuangkan dengan kerja keras dan prestasi.
"Kepercayaan itu mahal, membangunnya membutuhkan waktu lama, tetapi bisa rusak hanya dalam sekejap. Jadi kita harus menjaga dan memperkuatnya dengan hasil-hasil yang terus baik," ungkap Erick Thohir.
Pencapaian Indonesia di APG 2025
Selain boccia, cabang olahraga lainnya juga ikut berkontribusi dalam perolehan medali untuk Indonesia di APG 2025. Salah satu cabang yang mencuri perhatian adalah para cycling. Pada nomor Men’s Time Trial (31,2 km) B, atlet Indonesia, Nurfendi dan Mufti Fadilah Salma, berhasil tampil gemilang dan menyumbangkan medali emas pertama bagi Indonesia di ajang APG 2025. Kedua atlet ini menunjukkan kecepatan dan ketahanan luar biasa, mengalahkan lawan-lawan mereka hingga garis finis.
Keberhasilan di cabang olahraga para cycling ini menjadi sinyal positif bagi kontingen Indonesia. Medali emas pertama ini memberikan semangat baru bagi seluruh tim Indonesia yang sedang bertanding.
Seperti halnya cabang olahraga boccia, cabang olahraga lainnya di APG 2025 juga menunjukkan perkembangan yang signifikan, dan ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu bersaing di berbagai cabang olahraga internasional.
Tantangan yang Dihadapi Atlet Indonesia
Meskipun Indonesia memiliki atlet-atlet berbakat dan berpengalaman, ada tantangan yang tidak bisa dihindari. Salah satunya adalah tekanan untuk mempertahankan performa yang telah diraih, serta persaingan ketat dengan negara-negara lain yang memiliki atlet berkelas dunia.
Atlet Indonesia harus bisa mengatasi tekanan tersebut, dan di sinilah peran Menpora dan para pelatih sangat krusial untuk menjaga motivasi dan mental bertanding.
Selain itu, ada pula tantangan dari sisi fasilitas dan dukungan yang diterima oleh para atlet. Di banyak cabang olahraga, terutama yang melibatkan atlet disabilitas seperti boccia, masih ada kekurangan dalam hal fasilitas latihan yang memadai. Menpora Erick Thohir menyadari pentingnya dukungan yang lebih besar, baik dari segi pembinaan maupun fasilitas untuk para atlet.
Pemerintah, melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga, berkomitmen untuk terus memperbaiki hal ini agar para atlet bisa berlatih dengan optimal dan mencapai prestasi terbaik.
Menyongsong Sukses di APG 2025 dan Masa Depan
Meskipun APG 2025 baru saja dimulai, Indonesia telah menunjukkan tekad dan semangat juang yang luar biasa. Dengan dukungan penuh dari Menpora Erick Thohir, para atlet diharapkan dapat memberikan yang terbaik dan meraih prestasi maksimal.
Sebagai bangsa yang besar, Indonesia selalu percaya bahwa melalui olahraga, negara ini bisa menunjukkan kekuatan dan semangat persatuan yang luar biasa.
“Prestasi yang kita raih bukan hanya untuk kebanggaan pribadi, tetapi untuk kebanggaan bangsa Indonesia. Semua perjuangan ini untuk Merah Putih, dan saya percaya kita bisa melakukannya,” ujar Menpora Erick Thohir,.
Tim boccia Indonesia, melalui kemenangan besar yang diraih oleh Muhamad Afrizal Syafa dan Handayani, telah menunjukkan bahwa mereka siap bersaing di level internasional.
Motivasi dan dukungan yang diberikan oleh Menpora Erick Thohir semakin menguatkan tekad para atlet untuk terus berprestasi dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia.
Dengan semangat yang terus membara, Indonesia bertekad untuk meraih medali-medali terbaik di APG 2025 Thailand, dan memberikan kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia.