JAKARTA - Perkembangan sektor energi baru terbarukan di Indonesia kembali menunjukkan kemajuan signifikan.
Salah satu perusahaan yang aktif memperkuat kapasitas energi bersih adalah PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), emiten energi terbarukan milik pengusaha Prajogo Pangestu.
Perusahaan ini terus meningkatkan produksi listrik dari panas bumi untuk mendukung kebutuhan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi rendah karbon.
Dalam beberapa tahun terakhir, pengembangan pembangkit listrik panas bumi menjadi fokus penting bagi perusahaan. Langkah tersebut dilakukan melalui berbagai strategi, mulai dari peningkatan kapasitas pembangkit yang sudah ada hingga pembangunan unit baru di sejumlah lokasi operasional.
Upaya peningkatan kapasitas tersebut mulai menunjukkan hasil nyata pada awal 2026. Berkat pengoperasian sejumlah unit pembangkit baru serta proyek peningkatan fasilitas yang sudah ada, total kapasitas energi panas bumi perusahaan kini semakin mendekati target besar yang telah ditetapkan.
Target utama yang ingin dicapai adalah kapasitas terpasang sebesar 1 gigawatt (GW) pada 2026. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan perusahaan sebagai salah satu pemain utama energi terbarukan di Indonesia.
Dengan meningkatnya kapasitas pembangkit, perusahaan berharap dapat memperkuat kontribusi terhadap sistem kelistrikan nasional sekaligus membantu pemerintah mencapai target pengurangan emisi karbon.
Kapasitas Panas Bumi Mendekati Target 1 GW
Kapasitas panas bumi emiten energi terbarukan milik Prajogo Pangestu PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) mendekati target 1 gigawatt (GW) pada 2026 setelah pembangkit listrik Wayang Windu Unit 1 dan Unit 2 resmi dioperasikan anak usaha Star Energy Geothermal.
Per awal Maret 2026, total kapasitas panas bumi BREN mencapai 926 megawatt (MW), bertambah 40 MW dari posisi ketika pertama kali melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang saat itu berada di angka 886 MW.
Peningkatan kapasitas ini menjadi indikasi bahwa pengembangan energi panas bumi di dalam perusahaan terus berjalan sesuai rencana. Dengan tambahan kapasitas tersebut, BREN semakin mendekati target kapasitas terpasang yang telah ditetapkan untuk beberapa tahun ke depan.
Keberhasilan ini juga memperlihatkan bahwa energi panas bumi tetap menjadi salah satu sumber energi bersih yang dapat diandalkan untuk mendukung kebutuhan listrik nasional secara berkelanjutan.
Kontribusi Produksi Energi Panas Bumi
Selain peningkatan kapasitas pembangkit, produksi listrik dari panas bumi juga menunjukkan kinerja yang signifikan. Sepanjang 2025, BREN berhasil memproduksi listrik sebesar 6.885 gigawatt hour (GWh).
Produksi listrik ini berasal dari berbagai pembangkit panas bumi yang dikelola perusahaan melalui anak usahanya. Hasil produksi tersebut memberikan kontribusi penting terhadap pasokan listrik berbasis energi terbarukan di Indonesia.
Tambahan kapasitas yang diperoleh perusahaan berasal dari serangkaian peningkatan fasilitas pembangkit yang sudah ada. Upaya ini dilakukan melalui berbagai proyek pengembangan, termasuk program retrofitting serta pengoperasian unit Salak binary.
Strategi tersebut memungkinkan perusahaan meningkatkan efisiensi dan kapasitas pembangkit tanpa harus sepenuhnya membangun fasilitas baru dari awal.
Dengan pendekatan ini, BREN dapat meningkatkan kapasitas energi terbarukan secara bertahap sekaligus memaksimalkan potensi sumber daya panas bumi yang sudah dimanfaatkan sebelumnya.
Pengembangan Proyek Panas Bumi Baru
Selain meningkatkan kapasitas pembangkit yang sudah beroperasi, BREN juga terus mengembangkan proyek panas bumi baru di sejumlah lokasi.
Beberapa proyek yang sedang berjalan meliputi pembangunan unit baru untuk Salak unit 7 dengan kapasitas 40 MW, Wayang Windu unit 3 dengan kapasitas 30 MW, serta penambahan kapasitas Darajat unit 3 sebesar 7 MW.
Seluruh proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun ini. Jika proyek-proyek tersebut selesai sesuai jadwal, kapasitas panas bumi perusahaan akan meningkat secara signifikan.
Dengan tambahan kapasitas dari proyek-proyek tersebut, BREN akan berada di jalur untuk mengoperasikan 1 GW kapasitas panas bumi serta 79 MW kapasitas tenaga bayu pada akhir 2026.
“Kami berada dalam posisi yang sangat baik untuk merealisasikan target 1 GW kapasitas terpasang panas bumi. Hal ini menjadi tahapan penting bagi kami dalam mengantarkan energi baru terbarukan untuk Indonesia,” kata Presiden Direktur Barito Renewables Hendra Soetjipto Tan.
Pernyataan tersebut menegaskan optimisme perusahaan dalam mencapai target kapasitas energi terbarukan yang telah direncanakan.
Detail Proyek Retrofit Wayang Windu
Peningkatan kapasitas pembangkit juga dilakukan melalui proyek retrofit di fasilitas Wayang Windu. Proyek ini mencakup peningkatan komprehensif pada kedua unit pembangkit yang sudah beroperasi sebelumnya.
Untuk Unit 1, ruang lingkup pekerjaan meliputi penggantian rotor turbin uap, diafragma dan peralatan bantu terkait, penggantian satu set lengkap menara pendingin termasuk struktur dan peralatan berbahan fiberglass reinforced polymer, serta penggantian impeller pompa hot well, motor, dan aksesorinya.
Sementara itu, untuk Unit 2, proyek retrofit mencakup penggantian rotor turbin uap, diafragma dan peralatan bantu terkait, penggantian peralatan dan komponen internal menara pendingin, serta penggantian impeller pompa hot well, motor, dan aksesorinya.
Proyek peningkatan fasilitas ini dilaksanakan dengan disiplin keselamatan dan operasional yang kuat. Selama proses pengerjaan, proyek berhasil mencapai standar keselamatan yang sangat baik.
Pelaksanaan proyek mencatat capaian zero fatalities, zero lost time injuries (LTI), dan zero total recordable injuries (TRI). Selain itu, proyek juga mencatat total 713.464 jam kerja aman selama pelaksanaan.
Pencapaian tersebut menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan kerja sekaligus memastikan proyek berjalan secara efisien.
Peran Energi Panas Bumi bagi Masa Depan Energi Indonesia
Ekspansi yang dilakukan BREN menunjukkan keyakinan perusahaan bahwa energi panas bumi dan angin akan menjadi komponen penting dalam sistem energi masa depan Indonesia.
Sumber energi ini dinilai memiliki keunggulan karena mampu menyediakan pasokan listrik yang stabil serta ramah lingkungan dibandingkan pembangkit berbasis bahan bakar fosil.
Hendra menambahkan bahwa pencapaian target kapasitas ini juga memiliki dampak yang lebih luas bagi pembangunan nasional.
“Tonggak ini mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta berkontribusi nyata terhadap perjalanan Indonesia menuju net zero emissions, dengan menyediakan pasokan listrik base load yang andal sekaligus menurunkan intensitas karbon di sektor ketenagalistrikan,” tambah Hendra.
Selain itu, Commercial Operation Date (COD) kedua unit Wayang Windu juga berhasil dicapai lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.
Rata-rata penyelesaian proyek bahkan sekitar 20 hari lebih awal dari tanggal target masing-masing unit, menunjukkan efisiensi dalam pelaksanaan proyek pengembangan pembangkit.
Keberhasilan ini memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu pelaku penting dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia sekaligus mendukung upaya transisi energi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.