Kemenhaj Tegaskan Petugas Haji Wajib Fokus Melayani Jemaah Haji

Rabu, 21 Januari 2026 | 13:54:40 WIB
Kemenhaj Tegaskan Petugas Haji Wajib Fokus Melayani Jemaah Haji

JAKARTA - Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan selama pelaksanaan ibadah haji, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengeluarkan instruksi penting kepada seluruh petugas haji Indonesia. 

Petugas diminta untuk lebih memfokuskan perhatian mereka pada pelayanan kepada para jemaah haji dan tidak terlalu banyak melayani tamu VIP yang datang, termasuk pejabat atau tokoh penting. 

Instruksi ini disampaikan oleh Inspektur Jenderal Kemenhaj, Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi, dalam sebuah gelaran pendidikan dan pelatihan (diklat) untuk petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Petugas Haji Diminta Utamakan Pelayanan kepada Jemaah

Dalam kesempatan tersebut, Dendi menekankan pentingnya menjaga prioritas utama para petugas haji, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada para jemaah yang melaksanakan ibadah haji. 

Ia menjelaskan bahwa meskipun banyak tamu VIP yang datang, termasuk pejabat tinggi dari pemerintahan dan instansi lainnya, petugas haji harus tetap fokus pada tugas utama mereka membantu dan mendampingi jemaah haji dalam menjalankan ibadah mereka dengan baik.

"Jangan terlalu banyak melayani VIP, layani jemaah," tegas Dendi. 

Pesan ini mengingatkan petugas haji bahwa keberadaan mereka di tanah suci adalah untuk mempermudah jalannya ibadah jemaah haji, bukan untuk melayani tamu kehormatan atau VIP.

Pentingnya Sinergi dengan Petugas Lokal dan Penguasaan Bahasa Arab

Dendi juga menambahkan beberapa arahan lain yang bertujuan memperlancar pelayanan kepada jemaah haji. Salah satunya adalah pentingnya menjalin hubungan yang baik dengan petugas lokal di tanah suci. 

Komunikasi yang efektif dengan petugas setempat sangat diperlukan agar segala sesuatu yang berkaitan dengan ibadah haji bisa berjalan lancar. Sinergi antara petugas haji Indonesia dan petugas lokal akan sangat membantu dalam menghadapi berbagai kendala yang mungkin muncul selama proses ibadah.

Selain itu, Dendi juga mengingatkan pentingnya penguasaan Bahasa Arab bagi para petugas haji. Setidaknya, petugas diharapkan bisa berkomunikasi dalam Bahasa Arab untuk keperluan sehari-hari dan mendasar saat berinteraksi dengan masyarakat atau petugas lokal. 

Penguasaan Bahasa Arab ini akan sangat berguna dalam membantu jemaah yang mungkin tersesat atau membutuhkan bantuan komunikasi dengan masyarakat sekitar.

Tugas Petugas Haji dalam Menjaga Jemaah dan Keamanan

Kemenhaj juga memberikan beberapa penekanan terkait tugas petugas haji dalam menjaga keamanan dan kenyamanan jemaah. Dendi mengungkapkan bahwa di luar tugas-tugas teknis, petugas haji juga perlu berperan dalam menjaga ketertiban di sekitar jemaah. 

Jika ada anggota TNI atau Polri yang beribadah haji tahun ini, mereka juga diminta untuk turut membantu menjaga jemaah haji, baik itu menjaga agar mereka tetap tertib atau membantu dalam situasi darurat, seperti saat ada jemaah yang sakit atau tersesat.

Dengan melibatkan anggota TNI/Polri dalam tugas haji, diharapkan akan tercipta rasa aman dan nyaman bagi jemaah, terutama dalam situasi yang memerlukan perhatian ekstra, seperti saat di Arafah, Muzdalifah, atau Mina. 

Keberadaan petugas yang bisa segera bertindak dalam situasi darurat akan sangat membantu kelancaran ibadah haji bagi seluruh jemaah.

Seragam Petugas Haji: Menjamin Identitas dan Keamanan

Dendi juga mengingatkan bahwa para petugas haji wajib mengenakan seragam resmi selama menjalankan tugas mereka. Seragam ini tidak hanya berfungsi sebagai identitas, tetapi juga untuk menjaga keamanan dan kenyamanan jemaah. 

Dengan mengenakan seragam, jemaah dapat dengan mudah mengenali petugas di sekitar mereka, yang tentunya sangat membantu dalam situasi darurat.

"Ketika Armuzna [puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina], petugas wajib menggunakan seragam. Saat wukuf di Arafah, petugas harus mengenakan seragam dan membayar dam [denda] jika tidak mengenakan seragam," ujar Dendi. 

Ini adalah bagian dari aturan yang memastikan bahwa petugas selalu terlihat oleh jemaah dan siap membantu kapan saja diperlukan.

Pembelajaran dan Pendidikan Petugas Haji: Meningkatkan Kualitas Pelayanan

Selain aspek teknis, Kemenhaj juga berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan petugas haji melalui pelatihan-pelatihan rutin. 

Dendi menekankan bahwa pendidikan dan pelatihan ini sangat penting untuk memperkaya pengetahuan petugas dalam menghadapi tantangan-tantangan yang mungkin muncul selama penyelenggaraan ibadah haji. 

Dengan adanya pelatihan ini, petugas haji akan lebih siap dalam memberikan pelayanan yang prima kepada jemaah, serta mampu menangani situasi yang memerlukan keputusan cepat dan tepat.

Tanggung Jawab Petugas Haji dalam Pelayanan Optimal

Melalui arahan-arahan tersebut, Dendi berharap petugas haji dapat melaksanakan tugas mereka dengan penuh tanggung jawab. Fokus utama mereka haruslah pada pelayanan kepada jemaah haji, bukan pada hal-hal lain yang dapat mengalihkan perhatian mereka. 

Petugas haji adalah ujung tombak dalam penyelenggaraan ibadah haji, dan mereka memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kelancaran ibadah jemaah.

Fokus pada Jemaah Haji untuk Menjamin Keberhasilan Ibadah

Dengan berbagai arahan yang diberikan oleh Kemenhaj, diharapkan petugas haji dapat lebih fokus pada pelayanan yang maksimal kepada jemaah. 

Mengutamakan jemaah dalam pelayanan, meningkatkan komunikasi dengan petugas lokal, dan mematuhi kewajiban mengenakan seragam akan membantu memastikan ibadah haji berjalan lancar dan aman. 

Selain itu, penguasaan Bahasa Arab dan sinergi dengan pihak lain, seperti TNI/Polri, akan semakin memperkuat pelaksanaan ibadah haji di masa depan. 

Petugas haji Indonesia diharapkan mampu melaksanakan tugas ini dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab, demi kenyamanan dan keselamatan seluruh jemaah haji yang datang ke tanah suci.

Terkini