JAKARTA - Abdul Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menyampaikan pandangannya tentang pentingnya sistem pendidikan yang kuat untuk meningkatkan daya saing lulusan pesantren.
Dalam acara Rapat Kerja (Raker) Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, Muhaimin menekankan bahwa pesantren telah lama dikenal sebagai lembaga pendidikan dengan inovasi besar, namun tantangannya adalah mempercepat adopsi perubahan dan implementasi sistem yang lebih efektif.
Muhaimin menjelaskan bahwa selama ini pesantren telah berhasil melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul berkat karakter pendidikan yang kuat, namun untuk terus berkembang, pesantren perlu lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan.
Dia menilai bahwa tantangan terbesar yang dihadapi pesantren saat ini adalah bagaimana mengimplementasikan perubahan dengan cepat, terutama dalam menghadapi perkembangan sains dan teknologi yang semakin pesat.
“Pesantren telah menunjukkan inovasi yang luar biasa, namun kita perlu percepatan dalam mengadopsi dan mengimplementasikan perubahan. Sistem pendidikan yang baik akan membawa output yang berkualitas dan meningkatkan daya saing lulusan pesantren,” ujar Muhaimin dalam sambutannya.
Muhaimin juga menambahkan bahwa salah satu kunci penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren adalah melalui penguatan dan percepatan sistem pendidikan yang diterapkan di sana.
Peran FPTP dalam Transformasi Pesantren
Muhaimin menyebutkan bahwa Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) memainkan peran strategis dalam memajukan dunia pendidikan pesantren.
Ia berharap FPTP dapat menjadi jembatan yang efektif antara pesantren, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan pesantren secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi yang intens, Muhaimin yakin kualitas pendidikan pesantren bisa meningkat pesat.
Menurutnya, jika program-program FPTP dijalankan dengan sungguh-sungguh, sistematis, dan terarah, maka pesantren tidak hanya akan mampu bertahan dalam menghadapi perkembangan zaman, tetapi juga akan tumbuh menjadi pusat pendidikan yang maju.
"FPTP memiliki nilai strategis yang sangat penting. Dengan menjalankan program-programnya dengan serius, pesantren dapat berkembang dari keterbatasan menuju kemajuan yang berkelanjutan," ungkap Muhaimin.
Dua Agenda Utama Pesantren: Adaptasi dan Adopsi
Dalam sambutannya, Muhaimin menyoroti dua agenda utama yang harus dijalankan pesantren saat ini: pertama, adaptasi dan adopsi metodologi pendidikan yang lebih modern dan relevan; dan kedua, kemampuan pesantren dalam mengantisipasi perkembangan sains dan teknologi.
Mengingat pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, pesantren dituntut untuk lebih peka terhadap perubahan dan mampu mengintegrasikan kemajuan tersebut ke dalam sistem pendidikan yang ada.
"Karakter pendidikan itu dibangun dari sistem. Semakin baik sistemnya, maka semakin baik pula output lulusan pesantren, sehingga memiliki daya saing yang kuat," ujar Muhaimin.
Menurutnya, sistem pendidikan yang solid dan adaptif akan menghasilkan lulusan pesantren yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja.
Transformasi Pesantren: Dari Konsep ke Aksi
Sementara itu, Direktur FPTP, KH Saifullah Maksum, menambahkan bahwa dalam Raker FPTP 2026, fokus tidak lagi pada perdebatan konseptual tentang masalah yang dihadapi pesantren, tetapi pada pencarian cara dan metode yang lebih efektif untuk mengimplementasikan rekomendasi yang sudah ada.
"Selama ini, kami sudah membahas banyak hal tentang masalah pesantren, dari rekomendasi tokoh hingga paradigma pendidikan. Sekarang waktunya mencari cara untuk mengimplementasikan itu semua agar pesantren menjadi lebih maju," jelasnya.
Saifullah Maksum mengungkapkan bahwa Raker FPTP 2026 bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah konkret yang dapat membantu pesantren mengimplementasikan berbagai rekomendasi yang sudah ada, serta mendorong sistem yang lebih modern, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Meningkatkan Kualitas Pendidikan Pesantren Melalui Sistem yang Lebih Baik
Kualitas pendidikan di pesantren merupakan isu yang terus berkembang. Sebagai lembaga pendidikan yang memiliki akar kuat dalam tradisi dan agama, pesantren juga harus bisa beradaptasi dengan tantangan zaman.
Untuk itu, Cak Imin menekankan bahwa sistem pendidikan yang baik dan berkualitas adalah kunci utama untuk mencetak generasi yang tidak hanya berkompeten di bidang keagamaan, tetapi juga di bidang ilmiah dan keterampilan praktis.
“Ke depan, pesantren harus bisa menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing global, tidak hanya dalam konteks keagamaan, tetapi juga dalam bidang sains, teknologi, dan kemampuan praktis lainnya,” ungkap Muhaimin.
Hal ini menjadi penting mengingat semakin kompetitifnya dunia kerja saat ini, di mana lulusan pesantren harus mampu bersaing dengan lulusan dari lembaga pendidikan lainnya.
Harapan untuk Masa Depan Pesantren
Muhaimin berharap bahwa melalui upaya yang dilakukan oleh FPTP, pesantren dapat terus berkembang dan menghadirkan sistem pendidikan yang lebih unggul, seiring dengan meningkatnya perhatian dan dukungan dari pemerintah.
Diharapkan, melalui kerja sama antara pesantren, pemerintah, dan berbagai pihak terkait, pesantren akan semakin maju dan mampu melahirkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global.
Rapat Kerja Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) 2026 di Jakarta menjadi momentum penting untuk mendorong transformasi yang lebih cepat dan efektif di dunia pesantren.
Dengan fokus pada penguatan sistem pendidikan, adaptasi terhadap perkembangan teknologi, dan kemampuan menghadapi perubahan, pesantren dapat terus berperan sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan generasi muda yang berdaya saing kuat di dunia global.