5 Keuntungan Jalan Kaki Dibandingkan Lari, Cocok untuk Semua Orang

Rabu, 21 Januari 2026 | 10:32:23 WIB
5 Keuntungan Jalan Kaki Dibandingkan Lari, Cocok untuk Semua Orang

JAKARTA - Olahraga jalan kaki belakangan ini semakin diminati, terutama di kalangan anak muda. 

Banyak orang beralih ke aktivitas yang satu ini karena dinilai lebih ringan dan ramah tubuh, terutama dibandingkan olahraga lari yang sering kali dianggap kompetitif dan menuntut kecepatan.

Tren ini juga semakin populer di media sosial, di mana banyak konten yang menunjukkan betapa nikmatnya menyusuri gang-gang kecil atau menjelajahi kawasan-kawasan indah yang belum banyak terjamah kendaraan.

Fenomena ini semakin diperkuat dengan pendapat Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, yang menyambut baik maraknya aktivitas jalan kaki di masyarakat. Menurutnya, yang paling penting dalam berolahraga adalah konsistensi dan menjaga tubuh tetap aktif bergerak, bukan hanya soal memilih jenis olahraga tertentu. 

"Yang penting aktif. Mau olahraga apa pun, lari, jalan kaki, padel, yang penting sesuai anjuran WHO, aktivitas fisik minimal 30 menit sehari," ujar Budi dalam sebuah kesempatan.

Jalan kaki menjadi alternatif yang sangat menarik, terutama di tengah citra lari yang terkadang terasa menekan dengan standar yang tinggi. Tidak sedikit orang yang merasa kesulitan untuk berlari dengan intensitas tinggi, sehingga mereka enggan memulai. 

Sementara itu, berjalan kaki lebih mudah diakses, tidak membutuhkan banyak persiapan, dan dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa memandang usia atau kondisi tubuh.

Dampak Positif Jalan Kaki terhadap Sendi

Salah satu alasan mengapa jalan kaki dianggap lebih baik daripada lari adalah dampaknya yang lebih ramah bagi sendi. 

Ketika seseorang berlari, setiap langkah memberikan tekanan yang hampir tiga kali lipat dari berat badan pada lutut dan pergelangan kaki. Hal ini dapat meningkatkan risiko cedera, seperti nyeri lutut, shin splints, dan cedera tendon yang umum dialami oleh pelari.

Sebaliknya, berjalan kaki memberikan manfaat pergerakan tubuh tanpa memberikan tekanan berlebihan pada sendi. 

Aktivitas ini lebih aman bagi orang dengan masalah sendi, radang sendi, bahkan bagi mereka yang sedang dalam masa pemulihan setelah cedera. Jalan kaki tetap dapat memperkuat otot dan tulang tanpa risiko yang berlebihan. 

Oleh karena itu, jalan kaki sering direkomendasikan sebagai alternatif bagi orang-orang yang memiliki riwayat cedera atau bagi lansia yang ingin tetap aktif tanpa merasa khawatir akan cedera.

Konsistensi yang Lebih Mudah Dijaga

Berbeda dengan lari yang membutuhkan tenaga lebih besar dan bisa menyebabkan kelelahan berlebihan, jalan kaki lebih mudah untuk dilakukan secara konsisten. 

Banyak orang yang merasa terbebani dengan rutinitas lari karena rasa lelah yang cepat datang, nyeri otot, atau bahkan tekanan mental untuk mencapai target tertentu. Hal inilah yang sering kali menghambat mereka untuk melanjutkan olahraga dalam jangka panjang.

Jalan kaki, di sisi lain, jauh lebih fleksibel dan dapat dimasukkan ke dalam rutinitas sehari-hari. Anda bisa melakukannya di pagi hari, setelah makan malam, atau bahkan saat istirahat kerja. Karena tidak terasa berat, Anda lebih cenderung untuk melakukannya setiap hari. Konsistensi dalam berolahraga, apapun jenisnya, memang menjadi kunci keberhasilan dalam meraih manfaat kesehatan yang optimal. Dengan jalan kaki, Anda tidak perlu khawatir merasa terbebani, dan hal inilah yang menjadikan jalan kaki pilihan yang sangat cocok untuk banyak orang, baik pemula maupun mereka yang ingin melanjutkan aktivitas fisik yang lebih ringan.

Jalan Kaki untuk Kesehatan Mental

Salah satu manfaat yang tak kalah penting dari jalan kaki adalah dampaknya terhadap kesehatan mental. Berlari memang dapat memberikan kebahagiaan tersendiri bagi sebagian orang, karena bisa meningkatkan detak jantung dan memberikan rasa pencapaian. 

Namun, bagi mereka yang merasa cemas atau stres, intensitas lari yang tinggi justru bisa menambah ketegangan dalam tubuh.

Jalan kaki, dengan kecepatan yang lebih santai, memberikan efek yang lebih menenangkan bagi sistem saraf. Aktivitas ini bisa dilakukan di ruang terbuka hijau atau taman yang sejuk, yang dapat membantu meredakan stres dan meningkatkan suasana hati. 

Banyak terapis yang merekomendasikan sesi 'walk and talk', di mana seseorang bisa berjalan sambil berbicara, untuk menurunkan ketegangan saraf dan meningkatkan suasana hati secara alami. Jalan kaki juga memberi kesempatan bagi seseorang untuk "berpikir" dengan tenang tanpa tekanan fisik yang berlebihan.

Metabolisme yang Lebih Stabil dengan Jalan Kaki

Bicara soal metabolisme, lari memang dikenal dapat membakar kalori dengan cepat. 

Namun, aktivitas ini sering kali menyebabkan rasa lapar berlebih setelahnya, yang bisa menyebabkan konsumsi kalori berlebihan. Jalan kaki, meskipun tidak secepat lari dalam membakar kalori, memiliki keuntungan tersendiri dalam hal pengendalian metabolisme.

Jalan kaki menjaga pembakaran energi tetap stabil tanpa memicu rasa lapar yang berlebihan. Aktivitas ini juga membantu mengontrol gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin, yang sangat bermanfaat bagi mereka yang memiliki masalah dengan gula darah atau diabetes tipe 2. 

Bahkan, beberapa studi menunjukkan bahwa jalan kaki setelah makan dapat membantu menurunkan kadar gula darah lebih efektif, terutama pada orang yang memiliki gangguan metabolisme.

Bagi mereka yang memiliki masalah hormon, seperti pada PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik), jalan kaki juga sering direkomendasikan untuk menjaga keseimbangan hormonal dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. 

Jalan kaki memberikan manfaat jangka panjang yang bisa dirasakan oleh banyak orang, terutama mereka yang tidak ingin melakukan olahraga dengan intensitas yang tinggi.

Jalan Kaki: Olahraga untuk Semua Orang

Satu lagi kelebihan jalan kaki dibandingkan dengan lari adalah sifatnya yang lebih inklusif dan mudah diakses. Tidak semua orang memiliki kapasitas fisik untuk berlari.

Beberapa orang mungkin memiliki masalah pernapasan, kapasitas paru yang terbatas, atau riwayat penyakit jantung yang membuat mereka kesulitan untuk berlari. Anak-anak, lansia, dan mereka yang baru pulih dari cedera pun seringkali merasa kesulitan jika diminta untuk berlari.

Jalan kaki, di sisi lain, tidak membutuhkan peralatan khusus, teknik rumit, atau tempat tertentu. Kecepatannya bisa disesuaikan dengan kemampuan individu, sehingga siapa pun bisa melakukannya. 

Aktivitas ini menjadi pilihan yang sangat baik untuk orang yang baru memulai olahraga, atau bagi mereka yang tidak ingin merasa tertekan dengan standar yang ada pada olahraga lain seperti lari.

Jalan kaki dan lari sama-sama memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh, namun jalan kaki menawarkan berbagai keuntungan yang menjadikannya pilihan yang lebih aman, ramah sendi, dan mudah dilakukan secara konsisten. 

Jalan kaki juga memberikan manfaat untuk kesehatan mental dan metabolisme tanpa memberi tekanan berlebihan pada tubuh. Olahraga ini inklusif dan dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa perlu khawatir mengenai riwayat cedera atau kemampuan fisik.

Walaupun lari tetap memiliki tempatnya, terutama bagi mereka yang sudah terbiasa berolahraga dan ingin meningkatkan stamina serta kebugaran kardiovaskular, jalan kaki adalah pilihan yang sangat cocok bagi banyak orang, terutama mereka yang baru memulai atau yang ingin berolahraga secara ringan. 

Baik jalan kaki maupun lari, yang terpenting adalah konsistensi dan menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Terkini