Mentan Apresiasi Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bone Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Senin, 19 Januari 2026 | 10:24:57 WIB
Mentan Apresiasi Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bone Ciptakan Lapangan Kerja Baru

JAKARTA - Kabupaten Bone kini menjadi pusat perhatian karena program hilirisasi ayam terintegrasi yang dijalankan Kementerian Pertanian (Kementan). 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan peternak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.

Berbeda dari sistem peternakan konvensional yang sering membuat harga hasil produksi tak menentu, program hilirisasi menghadirkan rantai produksi terintegrasi. Mulai dari penyediaan bibit (DOC), pakan, hingga pemasaran hasil, seluruh proses terpantau dan dikendalikan sehingga peternak memperoleh kepastian usaha.

“Kita ingin BUMN masuk untuk menjamin harga Day Old Chick (DOC), pakan, dan pullet dan terjamin kualitas serta kuantitasnya dengan harga yang membuat peternak bahagia dan untung. Ini juga duharapkan akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Inilah program Presiden RI,” ujar Amran.

Keuntungan Langsung bagi Peternak

Keterlibatan BUMN dalam program ini membuktikan bahwa negara hadir memberikan kepastian harga bagi peternak. Selama ini, harga ayam hidup sangat bergantung pada mekanisme pasar bebas, sehingga peternak sering dirugikan. 

Dengan hilirisasi terintegrasi, peternak kini mendapatkan dukungan dari hulu hingga hilir produksi: bibit, pakan, budidaya, hingga pemasaran hasil.

Sistem ini memungkinkan peternak menekan biaya produksi, meningkatkan kualitas daging ayam nasional, dan memperluas lapangan kerja di tingkat lokal. Konsep produksi modern ini mendorong efisiensi dan keberlanjutan usaha, sekaligus memastikan keuntungan yang lebih stabil bagi para peternak.

“Sekarang kita bisa swasembada, petani bahagia, harga HPP baik, stoknya banyak. Arah kita jelas, semua komoditas pertanian harus berdaulat. Ini adalah pengendali inflasi terbaik, karena nanti harga pakan turun, DOC turun. Kita bergerak dari hulu, lalu hilirnya menyentuh seluruh peternak di Indonesia. Kalau peternak sejahtera, negara akan kuat,” tegas Amran.

Sinergi Pusat dan Daerah

Program ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyatakan bahwa proyek ini memperkuat posisi provinsi sebagai pusat pengembangan peternakan nasional sekaligus penggerak ekonomi pedesaan.

“Sulawesi Selatan siap menjadi lumbung dan pusat pengembangan peternakan nasional. Proyek hilirisasi ini akan memperkuat ekosistem peternakan, meningkatkan daya saing daerah, serta memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujar Andi Sudirman.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN menjadikan proyek ini sebagai contoh konkret bagaimana negara dapat mendukung sektor peternakan secara berkelanjutan. Sinergi ini memastikan bahwa setiap tahapan rantai produksi berjalan efisien dan berpihak pada peternak.

Sistem Produksi Terintegrasi

Hilirisasi ayam terintegrasi menghadirkan model produksi modern, di mana seluruh proses mulai dari bibit, pakan, budidaya, pengolahan, hingga distribusi dijalankan dalam satu sistem yang terkoordinasi. Sistem ini membuat peternak mampu menekan biaya, meningkatkan kualitas, dan memperluas lapangan kerja lokal.

Selain itu, keberadaan BUMN menjamin ketersediaan DOC yang terjangkau dan berkualitas, serta harga pakan yang stabil. Peternak tidak lagi menghadapi risiko fluktuasi pasar yang ekstrem, sehingga usaha mereka menjadi lebih aman dan berkelanjutan.

Program ini juga berperan sebagai pengendali inflasi. Dengan pasokan yang terjamin dan biaya produksi yang terkontrol, harga daging ayam stabil, dan masyarakat memperoleh produk berkualitas dengan harga wajar.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Selain keuntungan ekonomi langsung bagi peternak, program ini membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pedesaan. Lapangan kerja meningkat, terutama di sektor pengolahan dan distribusi ayam. Hal ini menciptakan efek domino, di mana pertumbuhan ekonomi lokal ikut terdorong.

Hilirisasi ayam terintegrasi juga menjadi model nasional untuk pengembangan komoditas lain. Dengan keberhasilan di Bone, pemerintah berharap sistem serupa bisa diterapkan di daerah lain, meningkatkan kesejahteraan peternak di seluruh Indonesia.

Amran menekankan bahwa program ini adalah bagian dari strategi nasional yang diarahkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya jelas: mewujudkan peternakan modern yang efisien, berkelanjutan, dan memberikan keuntungan nyata bagi rakyat.

Menatap Masa Depan

Dengan program hilirisasi ayam terintegrasi, Bone bukan hanya menjadi pusat produksi unggas, tetapi juga contoh bagaimana inovasi pertanian bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sistem ini menjamin keberlanjutan produksi, meningkatkan daya saing peternak, dan memperkuat ekosistem pertanian nasional.

Keberhasilan Bone diharapkan menjadi benchmark bagi pengembangan hilirisasi sektor peternakan lainnya, mulai dari sapi, kambing, hingga sektor hortikultura. Sinergi pusat-daerah-BUMN menjadi kunci agar program serupa bisa direplikasi di seluruh Indonesia.

Terkini